Apakah Penderita Disleksia Bisa Sukses?

Apakah anak dengan disleksia bisa sukses dan berhasil dalam kehidupannya? Temukan jawabannya di artikel sehatmental.net berikut ini:

Apakah Anak dan Remaja dengan Disleksia

Bisa Sukses?

disleksia

Disleksia adalah salah satu jenis gangguan belajar yang membuat anak kesulitan untuk mengafal angka dan huruf, membaca, menulis, mengeja, dan berbicara dengan jelas. Dampak dari gangguan belajar ini, dapat mengakibatkan masalah dalam memahami kosa kata, kalimat bacaan, dan memahami bacaan.

Salah satu film Bollywood “Taare Zameen Par” yang diadaptasi berdasarkan kisah nyata seorang anak laki-laki yang mengidap disleksia dapat menjadi gambaran seperti apa perkembangan anak yang menderita disleksia namun dapat tetap berprestasi berkat bimbingan salah satu gurunya. Contoh respon membaca pada anak normal misalnya, ketika membaca indra penglihatan akan mengirimkan sinyal dari gambar atau huruf yang mereka lihat dan dengar ke otak, kemudian otak akan menghubungkan gambar atau huruf dalam urutan yang benar hingga terbentuk menjadi kata, kalimat, atau paragraf yang dapat dibaca. Namun, pada penderita disleksia mengalami kesulitan untuk mencocokkan huruf dan gambar tersebut. Maka, hal itu menjadi penyebab anak dengan gangguan disleksia sulit mempelajari bahan bacaan. Walaupun menyebabkan gangguan belajar, kondisi ini tidak memengaruhi tingkat kecerdasan anak dan prestasinya disekolah.

 

Rentang Usia Penderita Disleksia

Disleksia paling banyak dialami oleh anak-anak, remaja, hingga orang dewasa yang baru terdeteksi. Ciri-ciri yang ditimbulkan berbeda sesuai dengan usia dan tingkat keparahannya. Gangguan belajar ini muncul  seumur hidup dan tidak dapat disembuhkan, namun disleksia dapat dikelola oleh penderitanya.

 

Gejala Disleksia pada Anak-anak

  • Kesulitan mengingat angka, huruf, dan warna 
  • Keterlambatan mempelajari kosa kata baru
  • Rendahnya kemampuan membaca
  • Sulit memproses dan memahami apa yang didengarnya.

 

Gejala Disleksia Pada Remaja dan Dewasa

  • Bermasalah dalam mengeja
  • Salah dalam mengucapkan kalimat dan kata
  • Sulit menghafal dan meringkas cerita
  • Keterlambatan menulis dan membaca.

 

Penyebab Disleksia

Secara umum, penyebab disleksia adalah cacat gen yang diturunkan dari anggota keluarga. Salah satu contoh penderita disleksia pada publik figur Deddy Corbuzier yang tidak naik kelas namun saat ini menjadi seseorang yang hebat dalam bidangnya dan anaknya Azka Corbuzier yang mampu lulus dengan predikat tinggi, meskipun sulit dalam menghafal angka dan huruf namun keduanya kini menjadi contoh nyata, bahwa disleksia tidak membatasi kemampuan anak.

 

Dampak yang Ditimbulkan Disleksia

Disleksia dapat menyebabkan hal berikut pada orang dengan disleksia:

  • Proses belajar pada anak misalnya tinggal kelas dan pada remaja terbatas dalam melakukan kegiatan
  • Perkembangan sosial anak akan menarik diri dari lingkungan
  • Kesehatan mental semakin memburuk.

 

Tahapan Tes Diagnosa Disleksia

Berikut adalah beberapa tahapan dalam diagnosa disleksia:

  1. Menguji kemampuan berbicara dengan menceritakan pengalaman sosialnya
  2. Menguji pemahaman makna kata dan bahasa
  3. Menguji ejaan dan menulis kata
  4. Menguji pengenalan huruf, kata, dan angka
  5. Memahami kondisi psikis penderitanya

 

Terapi dan Perawatan Disleksia

Seseorang ketika didiagnosa mengalami disleksia tentunya membutuhkan terapi dan perawatan. Berikut adalah terapi dan perawatan individu dengan disleksia:

Edukasi

disleksia

Motivasi dalam pendidikan menjadi hal yang utama agar anak penderita disleksia ini mampu meningkatkan rasa percaya diri, kemauan untuk tampil berbicara didepan umum, dan bersemangat menjalani kegiatan sehari-hari.

Figur orang tua, guru, dan lingkungan sosialnya mampu mendukung kondisi seperti ini yang tidak banyak anak miliki. Sebagai contoh, disekolah anak dapat dibimbing melakukan kegiatan yang menjadi passion atau kegemarannya pada suatu hal seperti melukis, bermain musik, atau bela diri. Dengan mengimbangi kemampuannya sambil mempelajari sedikit demi sedikit teknik pendengaran, penglihatan, dan sentuhan perlahan anak akan belajar mengenali huruf dan membangun kata.

Memanfaatkan Teknologi

Terapi dengan bantuan teknologi dapat membantu mempermudah pembelajaran pada remaja penderita disleksia. Dengan bantuan teknologi ini, program yang terdapat dalam komputer atau gadget membantu memperbaiki kosa kata yang salah. Tujuan dari terapi ini dapat melatih indra penglihatan dan pendengaran dan terapi ini  dapat diakses tanpa batas waktu.

Berlatih

Mengobati anak penderita disleksia perlu dilatih secara continue dan konsisten, sebab jika hanya satu atau dua kali pengobatan tanpa mengulang latihan dapat membuat anak lupa dan sulit untuk mengingat. Bermain tebak kata, memilih buku bacaan atau dongeng kesukaannya bisa menjadi solusi agar anak bersemangat dan merasa nyaman.

Beberapa tahapan di atas belum lengkap jika tidak ada support atau dukungan orang-orang sekitarnya. Semangat, perhatian, pujian, dan harapan dari lingkungan dapat menjadi sumber energi dan motivasi anak. Hal tersebut penting dilakukan untuk membangun kepercayaan diri anak dan kemampuan bersosialisasi yang baik untuk perkembangan sosial emosinya.

disleksia

Dari pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa individu (baik itu anak, remaja, atau dewasa) dengan disleksia dapat berhasil dan sukses di kehidupannya. Saat menemukan gejala yang disleksia pada anak, maka sebagai orangtua haruslah segera melakukan deteksi dan memberikan penanganan. Terapi dan penanganan, serta dukungan kepada individu dengan disleksia akan sangat membantu untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan mereka di kemudian hari.

Artikel mengenai disleksia ini ditulis oleh Paramitha Haryati Setiawan dan telah diedit oleh tim sehatmental.net. Semoga artikel psikologi ini bermanfaat dan menambah wawasan.

 

Cr

Leave A Reply

Your email address will not be published.