Kenali Baby Blues pada Ibu Pasca Melahirkan

0 12

Artikel sehatmental.net kali ini membahas mengenai baby blues pada Ibu pasca melahirkan.

Melahirkan adalah kondisi yang banyak diidamkan oleh wanita. Dengan melahirkan, maka kebahagiaan pada keluarga akan bertambah dengan kehadiran buah hati tercinta. Anak dapat memberikan suasana yang lebih positif dan bahagia dalam keluarga.

Namun demikian, tidak semua wanita bisa merasakan kebahagiaan pasca melahirkan. Beberapa ibu mengalami baby blues dan depresi pasca melahirkan.

Perbedaan Baby Blues dengan Depresi Pasca Melahirkan

Baby blues berbeda dengan depresi pasca melahirkan. Baby blues (baby blues syndrome) ditandai dengan adanya perasaan tertekan/stress negatif, sedih, cemas, kesepian, lelah atau seringkali menangis pasca melahirkan. Kondisi “baby blues” ini umum terjadi pada ibu pasca melahirkan.

Berdasarkan hasil penelitian bahwa 1 dari 7 wanita mengalami gangguan mood yang jauh lebih serius yaitu depresi pasca persalinan (postpartum depression/PPD) (sumber: APA). Depresi pasca melahirkan disebut pula dengan Postpartum Depression (PPD). Selain baby blues, terdapat pula kondisi lain yang dapat terjadi pada ibu pasca persalinan yaitu psikosis postpartum (postpartum psychosis). Kondisi ini ditunjukkan dengan adanya gejala psikotik seperti delusi atau halusinasi. Namun kondisi ini sangat jarang terjadi.

Berbeda dengan baby blues, PPD tidak dapat hilang dengan sendirinya. PPD dapat muncul berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan setelah melahirkan bayi, dapat bertahan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan jika tidak ditangani/obati. PPD dapat mengganggu aktivitas harian, serta mempengaruhi kemampuan merawat bayi dan diri sendiri pada Ibu pasca melahirkan.

PPD dapat terjadi pada setiap wanita, namun akan lebih rentan terjadi pada ibu dengan kehamilan mudah atau kehamilan bermasalah, kehamilan pertama atau ibu dengan satu atau banyak anak, wanita yang sudah menikah atau belum, dan kurang dipengaruhi secara signifikan oleh penghasilan, ras atau etnis, budaya, dan pendidikan.

Dengan kata lain, perbedaan antara baby blues dan PPD terletak pada frekuensi dan lama durasi terjadinya gejala yang dirasakan pada Ibu pasca melahirkan.

Gejala Baby Blues

Ibu dengan baby blues, akan merasakan ciri-ciri baby blues berikut ini:

  • Merasa tertekan/stres
  • Mudah sedih atau menangis tanpa alasan yang jelas
  • Mudah merasa kesal
  • Mudah merasa lelah
  • Mudah tersinggung
  • Kesulitan beristirahat
  • Merasa kesepian
  • Terkadang kurang minat atau enggan memperhatikan bayi
  • Dan lainnya

Penyebab Baby Blues

Baby blues dapat disebabkan oleh hormon. Adanya perubahan setelah melahirkan membuat tubuh melakukan penyesuaian. Proses melahirkan yang melelahkan ditambahkan dengan produksi ASI yang meningkat, serta tanggung jawab baru, dapat memberikan efek kepada emosional Ibu. Selain itu, kurangnya dukungan dari sekitar juga dapat memberikan efek negatif pada emosional Ibu.

Lama Terjadinya Baby Blues

Baby blues dapat berlangsung singkat sekitar 3 – 14 hari setelah melahirkan. Jika durasinya lebih lama, maka bisa mengarah ke Postpartum Depression (PPD). Olehnya itu, jika menemukan gejala baby blues, maka Ibu dapat mengatasinya sendiri atau bisa segera berkonsultasi dengan ahli kesehatan mental profesional seperti psikolog, psikiater, atau dokter anak.

Baca juga : Depresi: Pengertian, Kesembuhan, dan Penanganan

Cara Mengatasi Baby Blues

Berikut ini adalah cara yang bisa dilakukan Ibu saat merasakan gejala baby blues:

  • Luangkan waktu untuk beristirahat dan bersantai

Ibu dapat beristirahat jika bayi juga beristirahat. Selain itu, Ibu bisa memberikan waktu “me time” pada diri saat merasakan kelelahan.

  • Carilah social support di sekitar

Ibu dapat meminta bantuan kepada orang terdekat, saat Ibu merasakan ketidaknyamanan. Berbagi perasaan juga dapat membantu Ibu mengekspresikan ketidaknyamanannya. Selain itu, berbagi peran dan bantuan dari orang sekitar dapat membantu Ibu mengatasi baby bluesnya pasca melahirkan. Dengan kata lain, dukungan sosial dari orang terdekat dapat membantu kondisi Ibu pasca melahirkan menjadi lebih baik dan lebih sehat.

  • Bergabung dengan komunitas

Salah satu upaya mengatasi baby blues adalah bergabung pada komunitas Ibu-Ibu muda atau Komunitas Parenting. Dengan komunitas ini, Ibu bisa saling berbagi dan saling memberikan dukungan pada sesama anggota komunitas.

Baby Blues

 

Demikian artikel sehatmental.net mengenai baby blues. Penerimaan, kebahagiaan, serta kemampuan menyesuaikan diri dapat membantu Ibu merasakan sehat mental pasca melahirkan.

Nonton juga : P2Japsi Channel

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.