Bermain Peran Pada Anak Dengan Orangtua Tunggal

Pada artikel sehatmental.net kali ini akan dibahas mengenai manfaat bermain peran pada anak dengan orangtua tunggal yang ditulis oleh Paramitha Haryati Setiawan dan telah diedit oleh tim sehatmental.net.

Bermain Peran pada Anak dengan Orangtua Tunggal

bermain peran pada anak

Abstrak

Dalam bermain peran, tentunya setiap anak pernah mengalami fase bermain dengan karakter yang dimainkan. Bermain peran merupakan model pembelajaran yang menekankan aspek motorik dan aspek kognitif yang mengedepankan kegiatan diskusi secara berkelompok dalam bentuk peranan dalam situasi yang nyata. Model bermain peran dapat membantu anak untuk memahami, berpikir, dan bertindak sehingga anak mampu mempelajari perbedaan dan persamaan perilaku orang disekitarnya. Lantas bagaimana kaitannya dengan anak yang diasuh oleh orangtua tunggal?, oleh karena itu penulis berkeinginan untuk meneliti terkait dengan bermain peran terhadap anak dengan orangtua tunggal. Bagaimana memahami karakter, keseharian anak, dan kedekatan dengan orangtuanya agar mampu memotivasi anak untuk bermain peran dalam lingkungannya.

Kata kunci : Bermain Peran, Perkembangan Sosial Anak, Orangtua Tunggal

 

Abstract

In role playing, of course, every child has experienced a phase of playing with the characters being played. Role playing is a learning model that emphasizes motor and cognitive aspects that prioritize group discussion activities in the form of roles in real situations. Role playing models can help children to understand, think, and act so that children are able to learn the differences and similarities in the behavior of the people around them. So how is it related to children who are raised by single parents? Therefore, the author wishes to research related to role playing for children with single parents. How to understand the character, daily life of children, and closeness to their parents in order to motivate children to play a role in their environment.

 

Keywords: Role Playing, Children’s Social Development, Single Parent

 

PENDAHULUAN

           Bermain peran atau bermain “pura-pura” pada anak berarti petualangan atau pengalaman seperti didalam film. Sebagai orangtua, sangatlah penting menemani anak dalam bermain peran sebagai makna perkembangan emosional, sosial, intelektual, mental, dan fisiknya anak.

Berikut merupakan beberapa manfaat dari bermain peran yang perlu diketahui:

1. Meningkatkan kepercayaan diri
Anak dapat bermain pura-pura menjadi berbagai macam karakter yang anak inginkan, misalnya anak menjadi ratu atau pahlawan. Dengan bermain peran, anak dapat merasakan sensasi menjadi karakter-karakter tersebut sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dirinya.
bermain peran pada anak
2. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi
          Berbicara saat memerankan karakter dapat memperluas kosa kata anak dan melatihnya berpidato. Sering mengulangi dialog yang biasa ia dengar dari sebuah adegan dapat membuat anak mampu berkomunikasi dan mengekspresikan diri.

3. Melatih kreativitas
           Kreativitas anak dapat lebih terasah saat bermain peran. Dengan demikian, anak memiliki banyak ide saat mencoba membangun dunia impiannya. Sebagai contoh, kardus-kardus dibuat menjadi istana, bayangan-bayangan dari jari-jarinya yang bermain menjadi bentuk hewan, dan lainnya.

          Orangtua tunggal merupakan keluarga yang  hanya terdapat satu orangtua saja, hanya ayah atau ibu saja. Penyebab orangtua tunggal dapat terjadi oleh berbagai faktor seperti perceraian antara ayah dan ibu, serta kematian di antara ayah atau ibu yang kemudian akan menuntut salah satu orangtua, baik ayah atau ibu menjadi orangtua tunggal. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan di dalam keluarga itu sendiri. Seperti halnya perubahan peran serta beban tugas yang harus ditanggung dalam pengasuhan anak.

          Motivasi yang diberikan orangtua kepada anaknya dalam keluarga menjadi salah satu contoh pendidikan moral yang diajarkan orangtua pada anak karena anak akan secara alami menanamkan nilai-nilai kebaikan yang di lakukan orangtuanya.

LANDASAN TEORI

Metode Bermain Peran

Bermain peran merupakan suatu metode pembelajaran sebagai bagian dari simulasi yang diarahkan untuk mengkreasi peristiwa sejarah, mengkreasi peristiwa-peristiwa aktual atau kejadian-kejadian yang mungkin muncul pada masa mendatang (Sanjaya 2006). Sagala mengemukakan bahwa role playing atau sosiodrama berasal dari kata sosio dan drama. Sosio berarti sosial menunjuk pada objeknya yaitu masyarakat dan drama berarti mempertunjukkan, mempertontonkan, atau memperlihatkan. Sementara, peran adalah suatu rangkaian perasaan, ucapan dan tindakan, sebagai suatu pola hubungan unik yang ditunjukkan oleh individu terhadap individu lain (Nunung, 2005).

Single Parent

Pengertian single parent atau orangtua tunggal adalah hanya ada salah satu ayah atau ibu dalam pengasuhan anak. Idealnya sebuah keluarga memiliki ayah, ibu, dan anak. Namun dalam keluarga yang hanya diperankan oleh orangtua tunggal hanya ada ayah atau ibu saja.

 

METODE PENELITIAN

          Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yaitu mencari referensi teori yang relefan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan, atau secara umum studi literatur adalah cara untuk menyelesaikan persoalan dengan menelusuri sumber-sumber tulisan yang pernah dibuat sebelumya dan berkaitan dengan peran orangtua tunggal dalam memberi pengasuhan bermain.

PEMBAHASAN

          Bermain peran yang dilakukan oleh anak kebanyakan mencontoh dari kehidupan sehari-hari. Beberapa kegiatan ditiru anak karena melihat peran orangtuanya. Figur seorang ayah yang maskulin, menopang keluarga, dan melindungi keluarga, sedangkan figur seorang ibu yang feminin dan mayoritas mampu menangani keperluan rumah. Lalu bagaimana jika anak yang hanya memiliki satu orangtua saja? Apakah peranan bermain tetap bisa dilakukan tanpa figur salah satu orangtuanya?

Pada kebanyakan anak yang memiliki satu orangtua tunggal, baik anak laki-laki atau perempuan merasakan sesuatu yang kurang dan tidak lengkap.

Dalam kegiatan akademik terkadang anak akan mudah murung dan tidak bersemangat. Termasuk dalam kegiatan bermain, misalnya pada permainan yang mengharuskan anak berperan sebagai karakter tertentu, anak akan kebingungan karakter apa yang akan dipilihnya.

 

KESIMPULAN

          Berdasarkan pemaparan pembahasan diatas, anak yang dibawah asuhan orangtua tunggal, baik secara psikis ataupun akademik akan mudah terganggu. Anak akan merasa kurang percaya diri dalam bermain, menjadi pemalu, dan sulit untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Namun tidak menutup kemungkinan peran orangtua sangat berpengaruh bagi perubahan anak.

Berikut beberapa hal yang perlu orangtua tunggal miliki dalam mengajak anak bermain peran :

  • Menunjukkan kasih sayang

Kasih sayang, cinta, dan dukungan sangat diperlukan anak. Menyisihkan waktu menemani anak bermain dan belajar akan memberikan memori yang baik untuk anak.

  • Menitipkan anak di tempat yang tepat

Jika anak tidak memiliki orangtua yang lengkap, disela waktu libur sekolahnya atau waktu luang, anak dapat diajak bermain bersama kakek atau neneknya. Dengan hal tersebut, anak akan tetap merasakan sosok ayah atau ibu seutuhnya.

  • Sekolah

Sekolah dapat menjadi rumah kedua anak. Anak akan terangsang untuk mengenal suasana yang baru dengan bantuan guru dan teman-temannya, anak akan mampu belajar bermain peran dengan mudah karena banyak tokoh-tokoh yang dapat diperankan didalam sekolahnya.

 

SARAN

Pola pengasuhan single parent dalam berperan tidak hanya dalam mendidik tetapi juga bermain peran dengan anak meskipun kerap dipandang sebelah mata, namun single parent memiliki sejumlah kelebihan yang tidak dimiliki orangtua lengkap.

Seorang anak yang terlahir dari orangtua lengkap tidak terkecuali dengan orangtua tunggal yang tetap bisa memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan anak-anak. Mengajak anak bermain peran tidak hanya didalam lingkungan sekolah ataupun lingkungan bermainnya. Orangtua menjadi pendidik anak yang utama sebelum guru, maka rumahlah yang menjadi tempat yang diibaratkan sebagai aula dalam bermain peran. Orangtua tunggal dapat berperan ganda sebagai medianya karakter favoritnya dalam film, games, atau idolanya. Memotivasi anak, berpikir positif, dan melatih mendiri pada anak dapat dilakukan sebagai upaya mendidik dan mengenalkan anak cara bermain peran secara utuh.

 

DAFTAR  PUSTAKA

Puspitasari, W. Dwi. (2015). Metode pembelajaran bermain peran dalam meningkatkan kemampuan ekspresif drama pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Cakrawala Pendas, 1(1), 2442-7470.

Sanjaya, Wina. (2006). Strategi Pembelajaran. Jakarta: Media Grup.

Sagala, Syaiful. (2011). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Nunung. (2005). Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Klaten: Intan Pariwara.

Demikian artikel psikologi umum sehatmental.net yang berjudul “Bermain Peran pada Anak dengan Orangtua Tunggal”. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan

Leave A Reply

Your email address will not be published.