Lebih Mengenal FSCT Tes (Forer Sentence Completion Test)

Artikel sehatmental.net kali ini membahas mengenai FSCT tes (Forer Sentence Completion Test) atau tes FSCT. Artikel ini ditulis oleh Patricia Novika dan telah diedit oleh tim sehatmental.net.

Lebih Mengenai Tes FSCT

(Forer Sentence Completion Test)

fsct tes atau tes fsct

Sejarah FSCT Tes 

FSCT (Forer Sentence Completion Test) adalah salah satu tes proyektif yang dirancang oleh Bertram R. Forer. Tes ini dapat digunakan untuk anak, remaja, dan individu dewasa. FSCT dirancang dan dikembangkan untuk mengidentifikasi sikap individu dan pandangan individu tentang dirinya sendiri, orang lain, dan dunia. Tujuan dan asumsi dasar FSCT sama dengan SSCT yaitu untuk mengetahui individu adjustment dan struktur kepribadian.

FSCT tes terdiri dari 100 aitem yang mana setiap aitemnya dinilai sesuai dengan perasaan dan perilaku, serta reaksi individu (terhadap orang lain). Dalam tes ini, testee akan diberikan seri dari beberapa kata untuk memulai sebuah kalimat dan tugas testee ialah menyediakan akhir dari kalimat yang diberikan. Meskipun tes ini dapat menggali sikap dan pandangan individu terhadap dirinya, orang lain, dan dunia, namun validitas dan reliabilitas tes ini masih kurang dan penggunaan norma-normanya pun sangat minim, sehingga tes ini hanya dianjurkan sebagai tes tambahan untuk tes psikologis dalam penelitian klinis.

 

Tujuan/kasus yang bisa ditangani dengan FSCT tes, serta kelebihan dan kelemahan tes FSCT 

Lalu, kasus apa saja yang dapat ditangani dengan tes FSCT?

Pengunaan FSCT bertujuan untuk mengetahui hambatan individu dalam menyesuaikan diri. Jadi kasus-kasus yang ditangani dengan menggunakan tes ini adalah kasus individu (baik anak, remaja, maupun individu dewasa) yang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Sanjiwani, Ambarini, & Budisetyani (2020) dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa hasil FSCT dapat menunjukkan adanya permasalahan ataupun konflik-konflik yang berkaitan dengan keluarga. Dalam penelitian tersebut, FSCT tes digunakan sebagai salah satu tes psikologi untuk mengetahui gambaran konflik seorang remaja putri berusia 14 tahun (berinisial KPS) yang saat ini tinggal di panti asuhan dengan interpersonal figurnya yaitu kedua orang tua, paman, dan bibinya. Dimana dalam penelitian Sanjiwani, Ambarini & Budisetyani menjelaskan bahwa seorang remaja (KPS) menampilkan gejala perilaku menentang di panti asuhan selama lebih dari 6 bulan. Remaja putri tersebut menunjukkan pola-pola perilaku yang menimbulkan suatu ambisi bahwa ia harus bisa bertemu dengan ibunya dan ibu harus bertanggung jawab atas dirinya. Melalui hal tersebut dapat terlihat bahwa KPS menunjukkan ketidakpuasan dalam hubungannya dan merasa menjadi korban perundungan oleh orang-orang di sekitarnya. Maka dari itu KPS tidak mampu menjaga hubungan atau relasi sosialnya karena ia menunjukkan perasaan tidak aman dan ketikdakpastian dalam hubungan sehingga KPS merasakan adanya perlakuan tidak baik dari orang-orang kepada dirinya, meskipun ia menunjukkan minat untuk menjalin relasi sosial di panti asuhan.

Selain penelitian yang dilakukan Sanjiwani, Ambarini, & Budisetyani (2020), penelitian Scarvanovi (2020) juga mengungkapkan bahwa FSCT dapat digunakan untuk kasus anak yang menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh anak lain. Dimana dalam penelitiannya, Scarvanovi menunjukkan bahwa FSCT digunakan untuk melihat adjustment subjek (seorang anak laki-laki berusia 10 tahun) terhadap lingkungannya, sehingga dapat melihat gambaran proyeksi terkait hal-hal yang mengganggu subjek terhadap lingkungannya. Hasil penelitian Scarvanovi (2020) mengungkapkan bahwa melalui pengunaan FSCT, peneliti dapat melihat gambaran figur ayah bagi diri subjek yang mana subjek melihat figur ayah sebagai sosok yang kerap bertengkar dengan ibunya, dan ibunya sebagai seseorang yang selalu memenuhi kebutuhan subjek. Sehingga subjek mengalami kekeliruan dalam mempersepsikan dirinya dan hubungan subjek dengan orang lain, dimana subjek sering menempatkan dirinya sebagai orang yang mengalah, bahkan ketika subjek dihadapkan pada situasi yang kurang nyaman bagi dirinya sendiri.

Selaras dengan penelitian Sanjiwani, dkk, (2020) dan Scarvanovi (2020), penelitian Wahidah & Kurniawati (2020) juga menunjukkan bahwa FSCT digunakan untuk kasus subjek seorang remaja. Dimana tujuan penelitian tersebut adalah untuk mengetahui penerapan intervensi self-regulated learning guna meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan belajar seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun (berinisial S) yang berasal dari keluarga dengan tingkat sosial ekonomi rendah. Dalam penelitiannya, Wahidah & Kurniawati (2020) menggunakan alat tes psikologi FSCT untuk melihat persepsi diri subjek (S) terhadap dirinya sendiri dan juga kepada orang lain (terutama kedua orang tuanya) yang mana dapat mempengaruhi motivasi belajar dan kemampuan belajar nya.

Mirwani, dkk (2018) dalam penelitiannya juga menunjukkan bahwa tes FSCT digunakan peneliti sebagai salah satu alat tes psikologi untuk meninjau dinamika psikologis subjek yaitu seorang remaja dari keluarga yang kurang mampu. Dimana dalam penelitian tersebut, peneliti menggunakan FSCT untuk mengetahui sikap dan pandangan subjek tentang dirinya sendiri, dan orang lain. Berdasarkan hasil tes FSCT, subjek terlihat sebagai individu yang memiliki semangat atau optimis yang tinggi. Namun disisi lain, hasil tes FSCT menunjukkan bahwa subjek adalah orang yang pendiam, pantang menyerah dalam mengerjakan sesuatu, kurangnya berinteraksi kepada orang lain, subjek juga merasa bahwa tidak ada yang mendukungnya dalam Pendidikan, sehingga menjadikan subjek malas belajar.

fsct tes atau tes fsct

 

Berdasarkan penelitian-penelitian di atas, maka dapat terungkap kelebihan dan kelemahan tes FSCT diantaranya sebagai berikut.

Kelebihan FSCT tes

1. Praktis dan ekonomis

Salah satu kelebihan tes FSCT adalah penggunaanya praktis dan ekonomis administrasi tes FSCT hanya perlu menggunakan pensil dan kertas saja. Selain itu, tes FSCT juga tidak memiliki aturan yang baku, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan testee. Maka dari itu tes FSCT ini cocok digunakan untuk testee dengan kategori anak-anak dan remaja karena terbilang cukup mudah dalam pengerjaannya (tidak dibatasi aturan yang baku). Hal ini terbukti dari beberapa penelitian diatas yang menunjukkan bahwa tes FSCT ini digunakan untuk menangani kasus-kasus anak dan/atau remaja dengan rentang usia 10-15 tahun.

2. Dapat menjangkau lapisan-lapisan terdalam dari kepribadian testee yang tidak disadari untuk keperluan klinis

Tes FSCT merupakan salah salah satu tes proyeksi, dimana tes proyeksi dapat digunakan untuk mengungkap keadaan psikologi bawah sadar seseorang yang selama ini ditekan ke alam bawah sadar. Maka dari itu, tes FSCT dapat digunakan untuk mengungkapkan serta menggali dinamika psikologis individu secara utuh yang mendasari munculnya perilaku-perilaku atau gejala yang khas/khusus pada diri individu. Dengan demikian, hasil daripada tes FSCT (disertai dengan data pendukung tes psikologis dan metode lain) dapat dijadikan pertimbangan sebagai dasar penegakkan diagnosis dan saran penanganan atau perawatan klinis yang tepat bagi individu.

 

Kelemahan FSCT tes

1. Validitas dan reliabilitas rendah

Berdasarkan penelitian terdahulu, dapat terlihat bahwa salah satu kelemahan dari tes FSCT adalah memiliki validitas dan reliabilitas yang rendah karena standarisasi tes FSCT kurang memenuhi atau sangat minim, sehingga penggunaan tes ini hanya dapat digunakan sebagai tes tambahan dalam sebuah penelitian. Hal tersebut dapat terlihat pada penelitian Sanjiwani,dkk (2020) yang menggunakan beberapa alat tes psikologi yaitu DAP, BAUM & HTP, Children Behavior Checklist (CBCL), Forer’s Sentence Completion Test (FSCT) dan Weschler Intelligence Scale for Children (WISC) dalam penelitiannya yang berjudul “Dinamika psikologis remaja dengan gangguan sikap menentang yang tinggal di panti asuhan”. Selain itu, penelitian Scarvanovi (2020) juga menunjukkan bahwa penggunaan tes FSCT tidak serta merta digunakan sebagai satu-satunya alat tes psikologi dalam penelitian tersebut, namun terdapat beberapa alat ukur lain yang digunakan dalam penelitiannya yaitu Standford-Binet Intelligence TestVineland Social Maturity Scale (VSMS), dan Children Behavioral Checklist (CBCL). Penelitian Wahidah & Kurniawati (2020) juga menggunakan beberapa alat tes psikologi yaitu tes inteligensi Wechsler dan tes Forer Sentence Completion Test (FSCT).

2. Hasil interpretasi tidak seobjektif dan seakurat tes kognitif

Dalam tes proyeksi, tester tidak hanya melihat dari hasil akhir atau respon testee terhadap stimulusnya saja seperti tes kognitif (yang hasilnya berupa skor IQ), namun selama pelaksanaannya tester juga harus mengobservasi perilaku testee. Hal inilah yang menjadi salah satu kelemahan tes FSCT, dimana tester harus memperhatikan atau mengobservasi setiap perilaku atau waktu pengerjaan testee dalam melengkapi kalimat-kalimat yang menjadi stimulus dalam tes ini. Sehingga besar kemungkinan terjadinya bias yang bersifat subjektif dalam menginterpretasi serta menafsirkan maksud dari respon testee terhadap stimulus tersebut. Maka dari itu tester harus memiliki keterampilan dan pengalaman khusus untuk dapat menggunakan tes FSCT dalam menafsirkan hasil tes testee.

Referensi

Mirwani, S., Lu’lu El Jannah, T. P., Lestari, M., Sholeh, A. A., Sabilla, M., & Athi’intihail Fajriah, B. Z. (2018). Studi kasus: dinamika psikologis remaja dalam ruang lingkup keluarga disfungsional. Happiness, Journal of Psychology and Islamic Science2(2).

Sanjiwani, A. A. S., Ambarini, T. K., & Budisetyani, I. P. W. (2020). Dinamika psikologis remaja dengan gangguan sikap menentang yang tinggal di panti asuhan. Jurnal Psikologi Udayana7(1), 1-9. Diunduh melalui link

Scarvanovi, B. W. (2020)  “Anak melecehkan anak”: dinamika psikologis child neglect sebagai akar permasalahan indikasi korban kekerasan seksual anak. Jurnal Wacana, 12(2), 188-202.

Wahidah, F. R., & Kurniawati, F. (2020). Implementation of self-regulated learning on junior high school student of low socioeconomic status. Psychosophia: Journal of Psychology, Religion, and Humanity2(2), 80-94.

Leave A Reply

Your email address will not be published.