Pahami 20+ Hal ini Saat Berkomunikasi pada Anak

0 13

Berkomunikasi pada anak perlu dilakukan dengan cara efektif. Hal ini penting agar pesan yang tersampaikan dapat dipahami dengan baik, serta hubungan orangtua dan anak menjadi lebih harmonis. Selain itu, hubungan yang harmonis dapat pula membangun kedekatan antara orangtua dan anak.

Berikut cara komunikasi pada anak yang efektif menurut sehatmental.net:

Komunikasi pada Anak

Kesediaan Orangtua

  • Orangtua perlu memperhatikan anak saat mereka berbicara, misal ketika di tempat tidur, di dalam mobil, dan bersedia untuk mendengarkan secara utuh.
  • Orangtua memulai pembicaraan. Dengan demikian, anak bisa tahu bahwa orangtua peduli pada apa yang terjadi pada kehidupan mereka. Orangtua dapat meluangkan waktu pada hari tertentu untuk khusus berkomunikasi dengan anak.
  • Pelajari minat anak, dan orangtua dapat memulai pembicaraan pada minat anak. Karena anak akan mudah berkomunikasi jika apa yang dibicarakan adalah hal yang menarik baginya.
  • Mulailah percakapan pada apa yang orangtua pikirkan, atau apa yang dipikirkan oleh anak lain, dan memulai pertanyaan dapat dilakukan dengan pertanyaan.

Mendengar Aktif

  • Ketika anak bercerita tentang sesuatu, orangtua menghentikan aktivitasnya sementara waktu dan dengarkan apa yang anak katakan.
  • Tunjukkan minat pada apa yang anak katakan tanpa memutus/menghentikan apa yang anak katakan.
  • Dengarkan poin pembicaraannya, meskipun sulit untuk dipahami.
  • Biarkan anak menyampaikan poin pembicaraannya sebelum orangtua merespon.
  • Ulangi apa yang orangtua dengarkan dan pastikan apa yang didengarkan adalah benar.
  • Anak mungkin akan hanya sedikit memberitahukan apa yang mengganggu mereka. Dengarkan dengan baik, dorong anak untuk melengkapi ceritanya. Lakukan dengan empati dan hindari memberikan tanggapan negatif.

Menanggapi dengan Bijaksana

  • Orangtua bersikap tenang dan sabar. Anak akan menolak berkomunikasi atau bercerita jika orangtua marah, menolak, dan menghakimi.
  • Kemukakan pendapat orangtua tanpa mengabaikan pendapat anak. Berikan pemahaman bahwa terkadang ketidaksetujuan orangtua adalah baik dan benar.
  • Hindari berdebat dengan anak. Katakan bahwa orangtua memahami perasaannya, tetapi ini adalah hal terbaik untuknya.
  • Fokus kepada perasaan anak daripada perasaan orangtua selama berkomunikasi dengan anak.
  • Tanyakan apa yang anak inginkan dari hasil percakapan, misal saran, bantu anak memahami perasaannya, atau mencari solusi atas masalah anak.

Pertimbangan

Orangtua perlu mempertimbangkan hal ini ketika berkomunikasi pada anak:

  • Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Paling sering adalah anak mengikuti cara orangtua dalam menghadapi kemarahan, menyelesaikan masalah, dan mengatasi perasaan yang sulit. Bantu anak memahami strategi coping yang sehat dengan memberikan model perilaku positif.
  • Libatkan anggota keluarga lain ketika proses berkomunikasi pada anak menjadi sulit.
  • Anak kecil mungkin mengekspresikan perasaan atau emosi negatifnya dalam permainan. Perhatikan tema percakapan dan aktivitas anak untuk mendapatkan perhatian yang baik mengenai permasalahan anak.
  • Anak belajar dari pilihan mereka. Selama konsekuensinya tidak berbahaya bagi mereka atau orang lain, maka orangtua dapat memberikan dukungan atau pemahaman lebih mengenai permasalahan tersebut.
  • Orangtua perlu memberikan informasi lengkap dan diungkapkan sesuai dengan usia anak.

Perlu Mendapat Bantuan

Jika orangtua mengalami kesulitan dalam berkomunikasi pada anak, maka baiknya orangtua perlu mendapatkan bantuan atau saran dari tenaga profesional kesehatan mental yang berlisensi, seperti psikolog, dan dokter anak.

Demikian artikel mengenai cara komunikasi pada anak secara efektif.

Leave A Reply

Your email address will not be published.