4 Manfaat Bermain dalam Mengatasi Demotivasi Belajar

4 Manfaat Bermain Dalam Mengatasi

Demotivasi Belajar

 

Intan Widyaningrum

Fakultas Psikologi, Universitas Esa Unggul

Jl. Harapan Indah Boulevard, Bekasi 17214

[email protected]

Manfaat Bermain dalam Mengatasi Demotivasi Belajar

“Kenapa ya, akhir-akhir ini mulai tidak semangat menjalani aktivitas? Tugas kuliah yang kian menumpuk dan dikejar deadline? Rasanya ingin menyerah deh, aku sudah nggak semangat.”

Kalian pernah merasa seperti itu? Berarti kalian sedang mengalami yang namanya “demotivasi”. Setiap orang pasti pernah merasakan demotivasi, baik itu anak sekolah, mahasiswa, dan pekerja.

 

Tapi sebenarnya demotivasi itu apa sih?

Demotivasi adalah lawan kata dari motivasi, yang berarti sebuah perasaan jenuh, lelah, dan tidak bergairah terhadap aktivitas yang dijalani. Namun sebenarnya perasaan demotivasi itu wajar, loh. Yang terpenting adalah bagaimana cara kamu meresponnya. Demotivasi bisa jadi pertanda bahwa kamu butuh istirahat dan aktivitas yang dapat menyegarkan diri serta mengembalikan energi.

 

Cara Mengatasi Demotivasi

Banyak cara untuk mengatasi demotivasi, salah satunya adalah “bermain”. Yap! Tidak dapat dipungkiri bahwa aktivitas bermain merupakan aktivitas yang menyenangkan dan tidak mengenal usia. Jadi bermain bisa dilakukan oleh siapapun, kapan dan dimana saja. Moritz Lazarus seorang Filsuf dan Psikolog Jerman berpendapat bahwa bermain merupakan aktivitas yang dilakukan karena didorong oleh kebutuhan untuk menyegarkan diri dan mengembalikan energi setelah beraktivitas seharian (http://repository.ut.ac.id/4699/1/PAUD4201-M1.pdf)

Bermain itu kegiatan yang sangat luas dan mencakup segala bidang loh, jadi sebegitu besarnya juga manfaat yang bisa didapat. Misalnya dengan olahraga, bermain kartu, melakukan permainan tradisional, dan lainnya. Bermain memiliki karakterisitik yang kompleks dan saling terkoneksi, salah satunya adalah kegiatan yang menyenangkan, aktif, spontan, dan fleksibel. Oleh karena itu, bermain memiliki banyak manfaat yang mencakup segala aspek seperti fisik, kognitif, sosial, emosi, dan keterampilan.

 

Manfaat Bermain Dalam Mengatasi Demotivasi Belajar

  • Aspek Fisik

Manfaat Bermain dalam Mengatasi Demotivasi Belajar

Permainan yang melibatkan gerak tubuh memberikan manfaat kesehatan dan kekuatan. Aktivitas berkeringat cenderung membuat tubuh menjadi rileks dan mood naik. Misalnya dengan melakukan workout selama 10 menit diselang mengerjakan tugas atau bersepeda di sore hari setelah seharian bekerja.

 

  • Aspek Kognitif

Manfaat Bermain dalam Mengatasi Demotivasi Belajar

Bermain membantu dalam perkembangan konsep dan pengetahuan, serta mendorong kita berpikir kreatif. Bayangkan betapa menyenangkannya, ketika kita bisa menyelesaikan semua tugas yang menumpuk itu dengan kegiatan yang kita sukai. Bermain sambil belajar, salah satu metode asyik untuk melepaskan diri dari kejaran deadline. Misalnya dengan mengunjungi museum untuk melihat langsung peninggalan sejarah, lalu membuat laporan hasil kunjungan museum.

 

  • Aspek Sosial

Banyak permainan yang bisa dilakukan secara berkelompok. Dengan begitu, bermain tidak hanya melakukan aktivitas menyenangkan, tetapi juga bermanfaat untuk meningkatkan komunikasi dan hubungan sosial. Buat permainan secara berkelompok dan melakukan diskusi bersama? Pasti sangat seru dan mudah memahami pengetahuan apapun.

 

  • Aspek Emosi

Tugas menumpuk dan dikejar deadline pasti menyebalkan sekali. Dengan bermain kamu bisa mengeluarkan emosi negatif dan melepaskan segala ketegangan yang dirasakan. Bermain bisa dijadikan metode katarsis terbaik, loh. Setelah bermain pasti terasa lega, sehingga kita dapat menjalani rutinitas dengan perasaan yang lebih baik.

 

Pada dasarnya demotivasi belajar terjadi karena kita butuh istirahat dan aktivitas baru untuk recharge semangat. Yuk, istirahat sejenak dari tumpukkan tugas, dan mulai lakukan aktivitas yang menyenangkan. Demikian informasi tentang 4 Manfaat Bermain Dalam Mengatasi Demotivasi Belajar, semoga bermanfaat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.