Peran Orangtua Dalam Permainan Anak Usia Dini

Artikel sehatmental.net berikut akan membahas mengenai peran orangtua dalam permainan anak, khususnya pada anak usia dini.

PERAN ORANGTUA DALAM KEGIATAN BERMAIN PADA ANAK USIA DINI

Bernadetta Yaffa Tiana
Fakultas Psikologi, Universitas Esa Unggul

peran orangtua dalam permainan anak

Abstrak

Anak yang lahir ke dunia tentunya akan berkembang dari mereka bayi hingga dewasa. Sebelum memasuki lingkungan sekolah, anak tentunya belajar banyak hal dari lingkungan keluarga, seperti belajar merangkak, berjalan, makan, berlari, berbicara  dan pembentukan karakter anak. Hal tersebut merupakan kewajiban orangtua untuk memberikan semua pendidikan awal kepada anaknya. Namun, bukan hanya pendidikan awal saja yang harus diajarkan oleh orangtua, tetapi yang juga harus diterima oleh anak terutama anak-anak usia dini adalah bermain.

Anak-anak usia dini tentunya akan membutuhkan bermain, maka peran orangtua disini juga sangat dibutuhkan. Melalui permainan tersebut karakter, anak bisa terbentuk dan menjadi pembelajaran yang baru bagi sang anak dan bekal ketika mereka sudah mempunyai teman-teman bermainnya sendiri. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui apa saja peran orangtua dalam kegiatan anaknya pada saat bermain.

Kata Kunci : Peran orangtua, bermain, pembentukan karakter

 

LATAR BELAKANG

Anak-anak usia dini, khususnya anak yang belum masuk sekolah sangat membutuhkan bermain. Karena dengan bermain anak bisa mengekplorasi hal yang baru dan membantu tumbuh kembang yang sedang terjadi pada anak. Bukan hanya itu saja, bermain dapat menumbuhkan karakter anak dan nilai nilai yang terdapat di dalam permainan tersebut. Jadi ketika anak sudah masuk sekolah dan berteman dengan banyak anak-anak lain mereka bisa menyesuaikan dirinya dengan lingkungan tempat mereka berada (tidak kesusahan untuk mencari dan berteman dengan anak lain).

Peran orangtua bukan hanya pada pendidikan anak saja, tetapi ketika anak mulai menunjukkan atensinya dalam bermain. Maka pada saat itu orangtua bisa membimbing atau menjadi teman sang anak dalam bermain. Bagi anak usia dini bermain adalah hal yang penting yang harus mereka dapatkan. Olehnya itu, hal yang harus dilakukan oleh orangtua adalah melakukan berbagai usaha optimalisasi untuk menyajikan kegiatan bermain yang kondusif dan bermanfaat bagi perkembangan sang anak dan mengedukasi.

Bermain bukan semata-mata hanya untuk “bermain” saja, tetapi ketika orangtua bisa mengambil peran dan menerapkan permainan itu sebagai salah satu sarana edukasi bagi sang anak. Maka hal tersebut dapat sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang sang anak. Jadi selain bermain, anak juga mendapatkan ilmu baru yang lebih mudah dipahami melalui permainan yang mereka mainkan, karena pada dasarnya permainan bagi anak-anak adalah suatu yang tidak dapat dipisahkan dari keseharian seorang anak yang dapat menimbulkan suatu kesenangan bagi mereka (dalam Mirawati, 2018).

Salah satu contoh permainan yang bermanfaat bagi perkembangan dan mengedukasi anak adalah permainan puzzle. Manfaat dari permainan ini adalah melatih motorik halus dan emosional pada anak serta melatih daya kerja otak anak dan bagaimana anak tersebut bisa menyelesaikan teka-teki yang terdapat pada permainan tersebut.

 

METODE

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Studi kepustakaan adalah teknik/metode pengumpulan data dengan menggunakan penelaah terhadap buku, literatur, catatan, serta berbagai laporan yang berkaitan dengan masalah yang ingin dipecahkan (dalam Nazir, 1998).

 

HASIL PENELITIAN

Bermain tidak pernah lepas dari dunia anak usia dini. Anak yang belum masuk sekolah, mereka akan lebih sering menghabiskan waktunya untuk bermain. Walaupun konteks di sini adalah bermain, tetapi melalui bermain pula anak-anak bisa belajar hal baru yang belum pernah mereka temui dimana mana dan menyalurkan hobi atau apa yang sedang mereka rasanya kepada permainan tersebut. Bermain juga dilakukan tanpa adanya suatu paksaan, misalnya anak bermain menyusun balok. Mereka melakukan hal tersebut dengan suka rela dan tanpa ada nya suatu paksaan dari pihak orangtua atau siapapun. Maka anak akan lebih bisa untuk menyerap ilmu yang berada pada permainan tersebut.

            Selain mendapatkan ilmu yang anak-anak dapatkan dalam bermain, mereka juga dilatih bagaimana caranya untuk berfikir lebih kreatif, bagaimana mereka bisa menemukan jalan keluar dari permasalahan yang ada di depannya sampai tuntas. Olehnya itu, dalam hal bermain peran orangtua juga dibutuhkan. Hal ini dikarenakan  ketika orangtua mengambil peran dalam bermain pada anak, mereka akan merasa bahwa mereka mempunyai lawan bermain dan dalam hal ini orangtua bisa mengajarkan anaknya untuk bersikap sportif dan tidak egois ketika sedang bermain dengan temannya. Berikut adalah beberapa permainan yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk menggali kreativitas pada anak (Dalam nugraha, 2013):

  1. Permainan lempar tangkap bola: Permainan ini biasanya dimainkan oleh dua orang, disini orangtua bisa memposisikan dirinya sebagai teman/lawan main sang anak (orangtua menjadi pelempar, anak menjadi penangkap bola). Biasanya permainan ini disukai oleh anak-anak karena permainan ini memberikan tantangan dan melatih kemampuan energi sang anak.
  2. Permainan kucing dan tikus: Permainan ini biasanya diikuti oleh banyak orang, tetapi hal ini bisa dilakukan orangtua yang mengajak keluarga nya untuk bermain dengan anak. Cara bermainnya adalah dengan membuat lingkaran dan orang yang berada di dalam lingkaran adalah tikus dan diluar adalah kucing. Maka disini orang yang diluar (berperan sebagai kucing) akan menangkap orang yang berada di dalam (sebagai tikus). Permainan ini membantu anak untuk belajar bagaimana caranya untuk fokus, teliti dan mempertahankan apa yang mereka punya.

Dengan ada nya peran keterlibatan orangtua yang aktif dalam tumbuh kembang sang anak melalui bermain, maka hal tersebut bisa menjadi pembelajaran hal yang baru untuk anak ketika mereka nanti akan menemukan teman-teman baru mereka. Anak-anak sudah mengetahui apa saja yang boleh dan apa saja yang tidak boleh dilakukan pada saat mereka bermain.

peran orangtua dalam permainan anak

PEMBAHASAN

Banyak sekali manfaat yang bisa diberikan kepada anak usia dini melalui permainan yang sering mereka mainkan setiap harinya. Selain permainan yang penulis sebutkan, ada permainan seperti permainan petak umpat, bermain karet, bermain balok, bermain puzzle dan lain sebagainya. Jika orangtua sudah sangat mengambil peran dalam hal ini, maka orangtua bisa membantu anak untuk lebih memaknai kembali manfaat dari permainan-permainan tersebut. Berikut adalah manfaat dari permainan untuk perkembangan anak usia dini (dalam Elfiadi, 2016):

  • Perkembangan kognitif

Melalui bermain,anak belajar belajar mengenali berbagai macam bentuk, warna dan ukuran dan melalui bermain pula anak memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah sehingga dapat mengenali lingkungannya dengan baik

  • Perkembangan bahasa

Dalam bermain, anak juga belajar untuk mengembangkan komunikasinya dengan orang lain. Ketika bermain tentunya satu anak dengan yang lainnya harus mengerti apa yang sedang mereka komunikasikan.

  • Perkembangan moral

Bermain membantu anak untuk bersikap lebih jujur, sportif, menjadi pemimpin yang baik, menerima kekalahan dan lain sebagainya. Jika anak mengalami kegagalan, maka itu akan membantu anak untuk bisa menerima kegagalan yang sebenarnya. Dan saat bermain anak tentunya akan melakukan komunikasi dengan temannya dan melatih kerja sama, murah hati, jujur dan lainnya.

  • Perkembangan Sosial Emosional

Bermain dengan teman sebaya akan menjadi pelajaran baru bagi anak dalam hal membina hubungan yang baik. Anak menjadi belajar bagaimana mereka harus saling berbagi, mengalah, menolong, menerima. Bermain adalah pilihan yang tepat untuk anak menyalurkan emosionalnya, dan ada beberapa jenis permainan yang memang diciptakan untuk menyalurkan ekspresi diri pada anak

  • Perkembangan Fisik

Bermain melatih anak untuk lebih banyak menggerakkan seluruh otot tubuhnya. Hal tersebut bisa dilihat dari aktivitas yang dilakukan secara berulang seperti berlari, memanjat, naik sepeda, dan melompat. Maka dari hal tersebut mengembangkan fisik-motorik pada anak.

  • Perkembangan Kreativitas

Kegiatan bermain merangsang anak untuk mengeluarkan imajinasinya. Anak diberikan kesempatan untuk mencoba berbagai idenya tanpa harus merasa takut karena dalam bermain anak akan diberikan atau mendapatkan kebebasan. Melalui bermain, anak dapat menemukan hal yang baru dan hal tersebut dapat menjadi minat kreatif ke situasi diluar bermain.

Dengan adanya manfaat dari bermain, maka orangtua bisa membantu anak supaya permainan-permainan yang mereka lakukan dapat bermanfaat bukan hanya dalam permainan tetapi juga diluar permainan tersebut.

 

KESIMPULAN

Perlu kita ketahui, bahwa peran orangtua bagi anak bermain sangat berpengaruh bagi anak-anak. Karena dengan bermain anak bisa menuangkan segala kreatvitas mereka tanpa harus merasa takut salah, orangtua bisa mendukung anaknya melalui melalui motivasi, menjadi teman bermainnya dan sebagainya. Jika kemampuan kreativitas anak diasah dengan baik didalam permainan, maka kreativitas tersebut bisa menjadi kunci anak untuk mengembangkan bakat mereka di dunia lainnya, misal: hobi sang anak atau pekerjaan sang anak nantinya. Bermain juga membantu anak usia dini untuk bertumbuh kembang, belajar ilmu baru dari pengalamannya bermain setiap hari dan aturan-aturan yang ditetapkan didalam suatu permainan.

 

REFERENSI

Dariah, N. (2018).  Peran orangtua dalam membentuk karakter anak usia dini melalui permainan peran (Study Kasus di Kelompok Bermain Al-Munawar). Comm-Edu (Community Education Journal)1(3), 154-164. Diunduh dari https://journal.ikipsiliwangi.ac.id/index.php/comm-edu/article/view/1592

Elfiadi, E. (2016). Bermain dan Permainan Bagi Anak Usia Dini. ITQAN: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan7(1), 51-60.  Diunduh dari https://ejurnal.iainlhokseumawe.ac.id/index.php/itqan/article/view/115/73

Mirawati, M. (2018). Hak bermaina bagi anak: Keharusan atau pilihan?. Seminar Nasional dan Call for Paper “Membangun Sinergitas Keluarga dan Sekolah Menuju PAUD Berkualitas (pp. 97-104). Diunduh dari http://eprints.uad.ac.id/13509/

Mirzaqon, A., & Purwoko, B. (2018). Studi kepustakaan mengenai landasan teori dan praktik konseling expressive writing. Jurnal BK Unesa8(1), 1-8. Diunduh dari https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/22037

Murtiningsih, D. (2013). Peran orangtua dalam kegiatan bermain anak usia dini (4-6 Tahun) di Rumah (Studi Pada RT. 05/07 Kelurahan Gegerkalong Kota Bandung). Jurnal Pendidikan Luar Sekolah9(2). Diunduh dari https://ejournal.upi.edu/index.php/pls/article/view/5421

Nugraha, B. (2013). Permainan kreatif untuk anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak2(1). Diunduh dari https://journal.uny.ac.id/index.php/jpa/article/view/3030

 

Demikian artikel sehatmental.net mengenai peran orangtua dalam permainan anak usia dini. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.