Lebih Mengenal Psikologi Forensik

Mengenal Psikologi Forensik

psikologi forensik

Forensik adalah kata yang mungkin sering Anda dengar. Namun, apakah Anda sudah paham mengenai apa itu forensik atau psikologi forensik?

Di artikel sehatmental.net kali ini akan membahas mengenai psikologi forensik secara umum.

Forensik merupakan bahasa Latin dari forensis yang berarti “dari luar”, dan serumpun dengan kata forum yang berarti “tempat umum”. Forensik adalah bidang ilmu pengetahuan yang digunakan untuk membantu proses penegakan keadilan melalui proses penerapan ilmu atau sains. Kelompok  ilmu-ilmu forensik diantaranya ilmu fisika forensik, ilmu kimia forensik, ilmu psikologi forensik, ilmu kedokteran forensik, ilmu toksikologi forensik, ilmu psikiatri forensik, komputer forensik, dan sebagainya.

Secara umum, masyarakat lebih mengenal forensik khususnya pada bidang kedokteran yaitu kedokteran forensik. Padahal ada ilmu lain, yaitu psikologi forensik. Di artikel ini akan dibahas mengenai psikolog forensik lebih mendalam.

Apa itu Psikologi Forensik?

Psikologi forensik adalah penerapan metode dan prinsip psikologi di dalam sistem hukum (Pomerantz, 2014). Psikolog klinis yang bekerja di dalam lingkungan forensik melakukan evaluasi mengenai kewarasan terdakwa kriminal, menilai kompetensi hukum untuk menjalani persidangan, menilai keluarga di dalam perselisihan hak asuh anak, hingga memprediksi bahaya.

Psikologi forensik mengalami perkembangan secara pesat pada awal tahun 1970an (Markam,2003). Dalam menjalankan tugas sebagai psikolog forensik, psikolog forensik diharapkan bersikap netral dan tidak memihak saat berinteraksi dengan klien, objektif dan bukan pendekatan terapeutik yang membantu, menolong, supportif, serta empati.

psikologi forensik

Cakupan Psikologi Forensik

Markan (2003) menyebutkan bahwa cakupan pada psikologi forensik ada 4, yaitu :

1.     Law Enforcement

Yaitu psikolog klinis melakukan penelitian dengan mengukur dan meningkatkan kesadaran hukum pada masyarakat.

2.     Psychology of Litigation

Yaitu membahas dampak prosedur legal pada terdakwa, juri, dan sebagainya. Advice juga dapat diberikan kepada mereka yang mendapatkan dampak negatif, dan diharapkan meninjau kembali dan melakukan perbaikan prosedur legal.

3.     Psychology Services in Prison

Yaitu salah satu bentuk layanan psikologis di penjara guna membantu rehabilitasi para tahanan.

4.     Aplikasi Psikologi Forensik

Yaitu bentuk-bentuk kegiatan aplikatif yang dapat dilakukan oleh psikolog forensik.

Kegiatan Psikolog Forensik

Kegiatan yang dilakukan oleh psikolog forensik tentunya sangatlah penting, dengan cakupan psikologi forensik yang telah disebutkan di atas. Maka, kegiatan psikolog forensik mencakup :

  • Psikolog  dapat menjadi saksi ahli
  • Psikolog dapat menjadi penilai dalam kasus-kasus kriminal
  • Psikolog dapat menjadi penilai bagi kasus-kasus madani/civil
  • Psikolog  dapat  memperjuangkan hak untuk memberi/ menolak pengobatan bagi seseorang
  • Psikolog diharapkan dapat menjalankan fungsi sebagai konsultan dan melakukan penelitian di bidang psikologi forensik
  • Psikolog dapat memprediksi bahaya

 

Assesmen Yang Dilakukan Psikolog forensik

Assesmen yang dilakukan dalam psikologi forensik (meskipun ada kendala dalam perspektif antara hukum dan psikologi), dalam prakteknya teknik pemeriksaan yang dilakukan relatif menggunakan metode yang sama dengan psikolog klinis lainnya.

Asesmen psikolog forensik diantaranya, yaitu wawancara klinis, penggunaan alat tes psikologi seperti tes kecerdasan dan tes kepribadian. Pomerantz (2014) menyebutkan sebuah survey yang dilakukan terhadap para psikolog forensik yang terpercaya dan berpengalaman memeriksa penggunaan tes-tes tertentu untuk tujuan forensik, menunjukkan bahwa tes yang menerima dukungan terkuat (direkomendasikan) adalah tes-tes kepribadian objektif seperti Inventory Kepribadian Multifase Minnesota-2 (MMPI-2), dan tes-tes kecerdasan dengan reliabilitas dan validitas terbukti seperti Skala Inteligensi Wechsler untuk dewasa (WAIS).

Jadi, Psikologi Forensik dalam menangani kasus, tentu sangatlah berbeda dengan Kedokteran Forensik.

Lalu bagaimana bila mahasiswa psikologi ingin menjadi Psikolog Forensik? Berdasarkan keterangan dari Dr Adrian Needs pada artikel kumparan, beliau menjelaskan bahwa mahasiswa dapat melatih diri dengan pengalaman kerja atau volunteer di sistem keadilan kriminal. Mahasiswa juga dapat menambahkan pengalamannya dengan magang di instansi apapun di sistem keadilan kriminal.

 

Bagaimana? Apakah sudah cukup mengenal mengenai Psikologi Forensik? Semoga setelah membaca artikel ini, pemahaman mengenai psikologi forensik semakin bertambah ya. Demikian artikel “Lebih Mengenal Psikologi Forensik” yang ditulis oleh Achmad Dandiri Latuamury dan diedit oleh tim sehatmental.net.

Referensi :

Wikipedia

Artikel Kumparan

Leave A Reply

Your email address will not be published.