Apakah Benar Jika Kamu Self Harm, Kamu Mengalami BPD?

Apakah Benar Jika Kamu Self Harm, Kamu Mengalami BPD?

Borderline Personality Disorder Self Harm

Salah satu mitos yang dipercayai oleh kebanyakan orang bahwa individu yang melakukan self harm adalah individu yang memiliki Borderline Personality Disorder (BPD). Apakah ini benar atau ini hanyalah mitos? Di sehatmental.net kali ini akan membahas mengenai mitos self harm terkait BPD.

Self harm adalah perilaku sengaja untuk menyakiti diri secara fisik di saat itu, tanpa bermaksud untuk bunuh diri. Self harm  dapat menyebabkan memar, luka bakar, atau luka goresan.

Menurut beberapa referensi, self harm merupakan salah satu tanda dari BPD, dan salah satu gejala dari gangguan ini. Beberapa individu yang self harm pun memenuhi kriteria BPD.

Menyakiti diri (self harm) adalah salah satu gejala dari yang paling umum dari BPD, dan sebanyak 75% individu dengan BPD menyakiti dirinya. Jadi, dari sini bisa disimpulkan bahwa self harm adalah perilaku yang berusaha dikontrol oleh individu dengan BPD.

Namun, pernyataan di atas belum tentu benar. Meskipun kebanyakan individu dengan BPD menyakiti diri mereka, bukan berarti individu yang self harm mengalami BPD. Ini merupakan pemahaman yang salah. Perumpamaannya seperti ini, semua anjing memiliki empat kaki, dan semua yang memiliki empat kaki adalah anjing.

Faktanya, banyak individu yang berusaha mengontrol self harm-nya tidak mengalami BPD. Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Andover et al (2005) pada mahasiswa mengemukakan bahwa 47 mahasiswa yang menyakiti dirinya tidak ditemukan satupun mengalami BPD.

Terus, apa artinya jika kamu self harm?

Pertama, kamu tidak boleh berasumsi bahwa kamu mengalami BPD. Mungkin jika kamu merasa mengalami BPD, baiknya kamu melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke ahlinya (Psikiater ataupun Psikolog).

Hindari menganggap diri kamu: karena self harm maka mendiagnosa diri mengalami BPD. Bisa jadi kamu sedang mengalami beberapa gejala yang sama, terutama ketika merasakan emosi yang berlebihan dan ada masalah dalam hubungan dengan orang lain.

Jadi, self harm bukanlah gejala kamu memiliki gangguan kejiwaan seperti BPD ya. Karena kebanyakan orang yang menyakiti dirinya (self harm) karena sedang ada masalah yang belum terselesaikan.

So, untuk memahami kondisi diri kamu lebih lanjut, sebaiknya kamu berkonsultasi pada ahlinya (Psikiater atau Psikolog).

 

Referensi:

Gratz, K. L., & Chapman, A. L. (2009). Freedom from self-harm: Overcoming self-injury with skills from DBT and other treatments. Canada: New Harbinger Publications, Inc.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.