SSCT (Sacks Sentence Completion Test)

0 43

SSCT (Sacks Sentence Completion Test)

ssct sacks sentence completion test

Disusun oleh Joseph M. Sacks dan Sidney Levy. SSCT merupakan salah satu tes kepribadian dengan jenis tes proyektif dan digunakan untuk mengungkap dinamika kepribadian seseorang.

SSCT berisikan kalimat yang tidak sempurna yang dapat merangsang individu/testee untuk memproyeksikan keadaan psikisnya dalam kalimat penyempurna. Aspek yang diungkap dalam SSCT adalah individual adjustment, yang meliputi penyesuaian pada keluarga, seks, hubungan interpersonal, dan konsep diri.

SSCT dapat digunakan sebagai bahan awal untuk interview eksploratif yang mendalam. Apabila waktunya mencukupi, maka psikolog akan menanyakan per aitem pada subjek. Selain itu, SSCT juga dapat digunakan pada situasi individual maupun klasikal.

Dengan menggunakan SSCT, individu mampu memproyeksikan jawaban-jawaban yang sifatnya analitis, prediksi, dan secara sadar, karena kalimat-kalimat yang dibuat untuk kelompok masing-masing berjarak 15 nomor. Sebarang masing-masing aspek dalam SSCT adalah sebagai berikut:

Pertama, Penyesuaian terhadap keluarga, meliputi sikap terhadap ibu, sikap terhadap ayah, sikap terhadap keluarga

Kedua, Penyesuaian dalam bidang seks, meliputi sikap terhadap wanita, dan sikap terhadap hubungan keteroseksual

Ketiga, Penyesuaian dalam hubungan interpersonal, meliputi sikap terhadap teman, sikap terhadap atasan, sikap terhadap bawahan, dan sikap terhadap teman sejawat

Keempat, Penyesuaian dalam konsep diri, meliputi sikap terhadap ketakutan, sikap terhadap rasa bersalah, sikap terhadap kemampuan diri, sikap terhadap masa lalu, sikap terhadap masa yang akan datang, dan sikap terhadap tujuan hidup.

 

Administrasi SSCT

Berikut adalah administrasi SSCT:

Waktu untuk mengerjakan SSCT tidak dibatasi (biasanya berlangsung 20 menit – 40 menit). Tetapi untuk kasus klinis normal dan klasikal memerlukan waktu kira-kira 1 jam.

Respon terhadap aitem harus merupakan respon spontan. Testi jangan diberi kesempatan untuk memikirkan responnya terlalu lama.

Bila ada aitem yang tidak dijawab, dilompati saja. Untuk ini, perlu diberi tanda karena mungkin ada indikasi “sesuatu”.

Semua respon tidak ada yang salah, jawaban seadanya secara spontan

Bilamana memungkinkan, maka lakukan inquiry terhadap respon yang multiinterpretable, mengandung “sesuatu” atau kurang jelas.

Skoring SSCT

Skoring dilakukan dengan menuliskan skor di samping tiap aitem. Aitem-aitem dalam SSCT diberi skor 0, 1, 2, dan x. Nilai-nilai tersebut memiliki arti diantaranya sikap normal (yaitu tidak menunjukkan adanya gangguan); sikap dianggap menunjukkan adanya sedikit gangguan, perlu diberi pengarahan, namun subjek masih mampu untuk mengatasinya sendiri; sikap itu dianggap menunjukkan sangat terganggu sehingga subjek memerlukan terapi perawatan (misal mengatasi konflik-konflik emosional dalam bidang tersebut); serta sikap subjek tidak jelas atau tidak dapat diketahui.

Aitem-aitem yang mendapat skor x sebaiknya ditanyakan lebih lanjut untuk memastikan respon subjek mendapat skor 0, 1, atau 2. Pemberian skor terhadap setiap aitem tergantung pada pemahaman penguji terhadap apa sasaran dari makna pengelompokkan sikap tersebut. Berikut ini penjelasan yang dapat digunakan sebagai pegangan dalam pemberian skor dalam setiap kelompok penyesuaian.

Interpretasi SSCT

Setelah melakukan rating, maka dilakukan interpretasi berdasarkan hasil rating, berupa komponen atau kategori apa saja yang bermasalah dan membutuhkan intervensi atau psikoterapi, bagaimana cara klien dan peserta menyelesaikan masalah, serta kondisi kepribadian dari klien ataupun peserta secara umum. SSCT sendiri merupakan test proyeksi yang cukup sederhana, simple, dan mudah untuk diinterpretasikan. SSCT mampu secara gamblang memperlihatkan komponen dan kategori yang bermasalah pada individu, dan sangat membantu intervensi psikologis dan penanganan selanjutnya apabila terlihat kemunculan suatu masalah.

Ada dua macam interpretasi yaitu summary dan general. Summary interpretation adalah interpretasi dari masing-masing area. General summary adalah interpretasi dari gabungan empat sikap yang pokok (sikap terhadap keluarga, seks, hubungan interpersonal, dan konsep diri). Untuk mengungkapkan area-area yang terganggu, caranya dengan memberikan skoring pada masing-masing area tersebut. Interpretasi dari SSCT dilakukan dengan menganalisis isi (content) terhadap respon yang diberikan testi pada setiap aitem dan menghubungkannya dengan aitem lain yang tergolong dalam satu kelompok.

Semoga penjelasan mengenai SSCT di situs sehatmental.net sudah mampu memberikan gambaran mengenai SSCT. Artikel mengenai SSCT ini dituliskan tidak secara lengkap dan rinci karena pertimbangan kode etik. Semoga Anda dapat memahami dan memakluminya.

Jika Anda adalah berasal dari kalangan Psikologi, dan Anda ingin belajar mengenai SSCT, maka dapat menghubungi P2Japsi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.