5 Hal Penting Tes Kraepelin

1 22

Tes Kraepelin (Kraepelin Test)

Ada banyak pengucapan dan penulisan mengenai tes ini, mulai dari tes kreplin, tes kraepelin, tes kraeplin, tes koran, dan lainnya. Namun yang benar adalah tes kraepelin (sama dengan nama pencipta atau penemunya). Tes kraepelin biasa juga disebut sebagai tes penjumlahan angka menggunakan kertas panjang.  Tes kraepelin berbeda dengan tes pauli. Jika tes pauli biasa disebut sebagai tes koran karena menggunakan lembar kertas besar dan lebar serta bolak-balik, penuh dengan angka, sementara tes kraepelin hanya terdiri dari selembar kertas panjang.

Sejarah Tes Kraepelin

Pencipta tes kraepelin adalah seorang psikiater bernama Emil Kraepelin. Tes Kraepelin diciptakan pada abad 19. Awalnya, tes kraepelin bertujuan untuk mengidentifikasi abnormalitas individu. Akan tetapi dalam perkembangannya, tes ini digunakan pula di kalangan angkatan bersenjata dan perusahaan, dalam rangka seleksi dan penempatan tenaga kerja.

Pada tes kraepelin, testee atau subjek tidak diharapkan untuk dapat menyelesaikan sepenuhnya setiap deret. Yang diharapkan oleh tester adalah dapat melihat kecepatan kerja testee. Selain kecepatan kerja, faktor lain yang dapat dilihat adalah ketelitian, konsentrasi, ketahanan kerja rutinitas, dan stabilitas kerja testee.

Beberapa aspek yang mempengaruhi hasil dari tes kraepelin yaitu persepsi visual, koordinasi senso-motorik, ketahanan, dan faktor belajar (learning effect).

Berdasarkan pengalaman dan pemahaman penulis, tes kraepelin ada 2 jenis di Indonesia, yaitu tes kraepelin versi UI dan tes kraepelin versi UGM. Bentuk dan skoring berbeda untuk kedua jenis tes kraepelin ini. Jadi, perlu dipahami dan diperhatikan ketika melakukan skoring dan interpretasi.

Tujuan Tes Kraepelin

Tes kraepelin dapat digunakan untuk keperluan rekrutmen, dengan menilai aspek sikap kerja testee/subjek. Aspek yang diukur yaitu:

Kecepatan : mengetahui tempo kerja atau bagaimana ia menyelesaikan suatu tugas, apakah cepat atau lambat

Ketelitian : mengetahui bagaimana konsentrasi testee ketika bekerja, bagaimana kesalahan yang ia lakukan

Keajekan : mengetahui kestabilitan emosi testee, terutama dalam situasi kerja yang monoton/rutin

Ketahanan : mengetahui kemampuan/daya tahan terhadap situasi menekan

Individu memiliki performance kerja yang baik jika dalam rentang waktu yang lama, dalam situasi menekan (stresfull) mampu menampilkan unjuk kerja yang cepat, teliti, dan stabil.

Persiapan Tes Kraepelin

Berikut adalah hal yang perlu dipersiapkan dalam tes kraepelin:

Stopwatch

Pensil HB (minimal 2 agar testee mudah mengganti jika ada pensil yang patah atau tidak berfungsi)

Harus dilakukan pada tempat yang sesuai, misalnya meja yang rata dan cukup lebar

Perlu diperhatikan pula mengenai cahaya yang masuk ke dalam ruangan harus cukup, ada ventilasi, suhu ruangan sedang, tempat yang tenang dan dijauhkan dari gangguan luar.

Instruksi Tes Kraepelin

Berikut ini adalah instruksi tes kraepelin:

Menjumlahkan tiap-tiap angka dengan satu angka diatasnya (beri contoh penjumlahannya) jadi anda kerjakan dari bawah ke atas

Dari hasil penjumlahan itu, Anda menuliskan angka penjumlahan. Misalkan hasil penjumlahan 5 dengan 9 adalah 14, maka Anda tulis 14. Jawaban itu anda tulis di sebelah kanan, tepat diantara kedua angka yang Anda jumlahkan.

Bila Anda membuat kesalahan dalam menjumlah atau menulis, misalnya seharusnya 8 tetapi anda menulis 6, maka Anda tidak perlu manghapus angka yang salah itu. Cukup kalau Anda coret saja angka yang salah itu atau anda pertebal dengan angka yang benar ( beri contoh )

Setiap (15 detik: detik/waktunya tidak perlu disebutkan) Anda mendengar ketukan semacam ini (beri contoh ketukan). Pada saat ketukan itu Anda harus segera pindah kolom ke kolom yang ada di sebelah kanannya.mulailah lagi menjumlahkan angka-angka di kolom itu dari bawah ke atas. Demikian seterusnya.

Anda hendaknya bekerja secepat –cepatnya dan seteliti mungkin.

Sebagai latihan, marilah kita kerjakan contoh yang terdiri dari dua lajur angka yang terdapat pada lembaran tes. Mulai dari bawah,jumlahkan tiap angka dengan angka diatasnya. Ya. Mulai!! (setelah 15 detik beri ketukan). STOP! Pindah kolom berikutnya! (setelah 15 detik bunyikan ketukan ) “ YA! BERHENTI”

(Setelah selesai mengerjakan contoh, periksa apakah tiap orang telah mengerjakan dengan benar)

“Sudah paham semuanya? “

“Sekarang letakkan dahulu alat tulis Anda. Anda buka kertas yang ada di hadapan Anda. Bila saya beri tanda mulai, kerjakan kolom paling kiri, bila saya ketuk, langsunglah pindah ke kolom berikutnya di sebelah kanannya dan seterusnya.”

Indikasi yang Biasanya Ditemukan

Berikut adalah beberapa indikasi yang ditemukan pada hasil tes kraepelin testee:

Hasil penjumlahan angka yang sangat rendah dapat menjadi indikasi gejala depresi (ketiadaan motivasi mengerjakan tes)

Terlalu banyak kesalahan hitung dapat menjadi indikasi distraksi mental, kekurang hati-hatian

Penurunan grafik secara curam, dapat mengindikasikan hilangnya ingatan sesaat pada saat tes

Rentang yang terlalu besar antara puncak tertinggi dan terendah dapat menjadi indikasi gangguan emosional.

Demikian penjelasan mengenai tes kraepelin. Di sini, kami tidak menuliskan mengenai cara skoring dan interpretasi hasil tes kraepelin disebabkan alasan kode etik. Semoga artikel ini bisa memberikan gambaran mengenai tes kraepelin.

Baca juga: Tips dan Trik Lolos Tes Kraepelin

1 Comment
  1. […] dilakukan dengan alat tes psikologi lainnya. Penjelasan mengenai tes kraepelin bisa dilihat pada artikel ini (silahkan […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.