Penjelasan Lengkap MSDT (Management Style Diagnostic Test)

Management Style Diagnostic Test  (MSDT) : Pengantar, Tujuan, Administrasi, Instruksi, Contoh Soal, Cara Menjawab, Skoring/Cara Menghitung, dan Interpretasi MSDT

 

Sehatmental.net kali ini akan membahas mengenai MSDT secara lengkap:

Pengantar MSDT

MSDT singkatan dari Management Style Diagnostic Test adalah alat tes yang bertujuan memahami tipe kepemimpinan seseorang. MSDT dikembangkan oleh W. J. Reddin (1970) berdasarkan teori efektivitas kepemimpinan 3 Dimensi (3D). Teori 3 D ini disebut juga sebagai Theory of Managerial Effective atau dimensi gaya manajemen yang efektif.

MSDT dapat diberikan pada saat seleksi/rekrutmen, promosi jabatan, ataupun asesmen pada level manajerial (supervisor dan manager). Terdapat 8 gaya kepemimpinan dalam MSDT. Hasil dari MSD ini nantinya dapat mengetahui tipe kecenderungan gaya kepemimpinan testee/subjek.

 

Tujuan MSDT

Berikut tujuan tes MSDT adalah:

  • Untuk memahami seberapa jauh pemimpin mampu menjalankan tugas standar menjadi lebih sistematis dan memiliki visi yang lebih, untuk kemajuan perusahaan atau organisasi ke depannya.
  • Untuk memahami kemampuan pemimpin dalam mengumpulkan orang buat bekerja sama dalam menyelesaikan dan memecahkan masalah sesuai dengan arahan direksi pusat tanpa terjadi distorsi, meskipun staf/bawahannya memiliki pengetahuan dan pemahaman teknis yang beragam.
  • Untuk memahami jenis atau kecenderungan tipe kepemimpinan testee/subjek (ada 8 jenis gaya kepemimpinan)

 

Administrasi MSDT

  • MSDT telah terstandardisasi. MSDT mampu mengukur kemampuan atau trait kepemimpinan seseorang. Test ini terdiri dari beberapa pasang pernyataan, dimana peserta/testee harus menjawab atau mengisi salah satu pernyataan yang paling sesuai dengan kondisi dirinya.
  • Terdapat 64 soal dan setiap soal terdapat 2 pernyataan yang berhubungan dengan bagaimana cara seseorang mengatur bawahan, memecahkan masalah dalam situasi tertentu, dan berhubungan dengan berbagai kemampuan manajemen seseorang.
  • Waktu pengerjaan MSDT adalah kurang lebih 10 menit.

 

Instruksi MSDT

Testee diminta membaca sejumlah pernyataan yang tersedia di buku soal, terkait dengan tindakannya yang mungkin ia lakukan dalam tugasnya di perusahaan. Testee diminta memilih satu satu pernyataan yang paling sesuai dengan dirinya atau yang mungkin ia lakukan.

Contoh tes MSDT

Berikut adalah perkiraan contoh dalam MSDT (contoh dibuat sendiri oleh penulis demi melindungi kerahasiaan alat tes MSDT):

  1. Saya datang ke kantor tepat waktu
  2. Saya lebih memilih bertanggung jawab sendiri terhadap hasil kerja tim daripada menyalahkan bawahan/anggota tim.

 

Testee diminta untuk memilih salah satu pernyataan yang paling mungkin testee lakukan atau sesuai kondisi testee.

Jika dari dua pernyataan itu tidak ada yang sesuai maka pilihlah salah satu yang setidaknya mirip atau mendekati dengan kondisi testee. Namun, jika keduanya sesuai, maka testee diminta untuk memilih yang paling sesuai dengan kondisinya.

Dalam tes ini, tidak ada jawaban “benar” atau “salah”. Paling penting adalah sesuai dengan testee apa adanya dan dikerjakan secara jujur.

Cara Menjawab MSDT

Silahkan tuliskan jawaban pada lembar jawaban yang telah disediakan, dengan memilih salah satu pernyataan, yaitu A atau B.

Jumlah soal MSDT ada 64 soal.

Setelah selesai mengerjakan semua soal MSDT, maka testee diminta untuk mengecek kembali pekerjaannya. Apabila masih ada soal yang terlewat, maka testee dipersilahkan melengkapi. Namun, jika semua soal sudah diselesaikan, maka buku soal dan lembar jawaban bisa dikumpulkan kepada tester.

 

Skoring MSDT

Cara menghitung jawaban MSDT

Skoring tes MSDT adalah menjumlah jawaban A dan B. Setelah didapatkan nilai total, maka nantinya akan dilakukan penormaan .

(Penulis memohon maaf karena tidak dapat menjelaskan lebih mendalam mengenai cara skoring tes MSDT di sini dengan alasan kode etik. Semoga dapat dipahami ya).

Namun, jika ingin memahami atau belajar privat mengenai tes MSDT dapat menghubungi biro kami dengan mengklik link ini. (Syarat haruslah dari kalangan psikologi).

 

Interpretasi MSDT

Setelah melakukan skoring terhadap hasil tes, maka langkah selanjutnya adalah melakukan interpretasi terhadap hasil tes MSDT. Bagian terpenting dari interpretasi MSDT adalah delapan gaya kepemimpinan atau gaya perilaku manajemen. Kedelapan gaya ini merupakan hasil dari kombinasi TO, RO, dan E.

  • TO (Task Oriented)

TO menunjukkan pemimpin mengarahkan bawahannya dalam usaha pencapaian tujuan organisasi, melalui proses planning, organizing, dan controlling.

  • RO (Relationship Oriented)

RO menunjukkan pemimpin mempunyai kerja yang sifatnya pribadi dan ditandai dengan adanya tingkah laku saling mempercayai, menghargai ide-ide bawahan serta tenggang rasa terhadap perasaan bawahannya.

  • E (Effectiveness)

E menunjukkan pemimpin berhasil mencapai tujuan organisasinya sesuai dengan persyaratan kedudukannya.

Berikut ini adalah 8 gaya kepemimpinan dari MSDT. Gaya kepemimpinan ini dibagi atas 2 yaitu gaya kepemimpinan yang kurang efektif dan gaya kepemimpinan yang efektif.

No Orientation Relationship Orientation Task Orientation Task and Relationship Orientation
Ineffective Deserter Missionary Autocrat Compromiser
Latent Separated Relationships Task Integrated
Effective Bureucrat Developer Benevolent Autocrat Executive

Sumber : Reddin (1967)

MSDT

 

4 Gaya Kepemimpinan yang Kurang Efektif

Deserter

TO rendah dan RO rendah, yang digunakan dalam situasi yang tidak tepat sehingga ia tidak mampu bertindak secara efektif. Mereka dengan tipe deserter merupakan pemimpin yang pasif serta tidak mau terlibat dalam pekerjaannya.

Gaya kepemimpinan tipe deserter adalah suka mengabaikan masalah, mencuci tangan, tidak mau bertanggung jawab atau istilah kerennya adalah laisser-faire. Pemimpin tipe deserter juga mengabaikan berbagai keterlibatan atau intervensi yang dapat menjadikan situasi dianggap sulit atau rumit.

Sikap pemimpin tipe deserter selalu mencoba netral terhadap apa yang terjadi di keseharian, mencari jalan untuk menghindar dari aturan yang dianggap menyulitkan. Polanya adalah mencoba tetap menyelaraskan antara atasan dan bawahan, menghindari perubahan perencanaan.

Pola yang tampak secara manajerial adalah defensif, misalkan ada kebijakan yang menyulitkan bawahan maka ia mengatakan saya hanya menjalankan perintah, kebijakan dari atasan. Bukan berarti pola seperti ini buruk, deserter hanya berupaya menjaga keadaan status-quo dan menghindari perubahan drastis atau “guncangan dalam manajemen”.

Autocrat

Gaya kepemimpinan autocrat memiliki TO tinggi dan RO rendah, tetapi digunakan dalam situasi yang tidak sejalan dengan tingkah laku bawahannya. Pemimpin tipe autocrat cenderung tidak mempercayai orang lain, tidak menyenangkan, dan hanya tertarik pada tugas-tugas mendadak dan sesaat.

Pemimpin autocrat lebih perhatian hanya pada produktivitas dan hasil. Skor tinggi pada tipe/gaya pemimpin autocrat dianggap sebagai manajer yang formal, memberikan tugas ke bawahan berdasarkan instruksi dan mengawasi secara ketat proses yang terjadi.

Kesalahan kerja bawahan tidak bisa ditolerir. Penyimpangan adalah mutlak yang harus dihindari. Paling penting adalah jangan sampai salah dalam mengerjakan sesuatu. Kebijakan adalah urusan atasan sementara bawahan cukup melaksanakan apa yang harus dikerjakan tanpa ada alasan karena dianggap tidak perlu dan membuang waktu.

Pemimpin autocrat meminimalisir komunikasi, membatasi terhadap apa yang perlu saja. Bawahan akan menganggap dingin atasan dengan gaya autocrat, terutama bagi mereka yang membutuhkan lebih dari sekadar tugas yang harus dikerjakan seperti dorongan akan pengakuan atau dukungan.

Compromiser

Tipe kepemimpinan compromiser memiliki TO dan RO tinggi, tetapi ditampilkan pada orang dan situasi tertentu sehingga menjadi tidak efektif. Mereka adalah pemimpin yang dalam pengambil keputusan kurang baik dan membiarkan diri dipengaruhi oleh banyak pihak. Mereka hanya mampu menghadapi permasalahan/konflik yang kapasitasnya minimal, tidak mampu menyusun, dan menerapkan program jangka panjang.

Selain itu, pemimpin compromiser mengandalkan tugas dan relasi yang seimbang, namun dianggap kurang efektif karena kesulitan mengintegrasikan antara tuntutan tugas dan hubungan. Gaya kepemimpinan compromiser akan merasa kebingungan antara pengaturan tugas dan kebutuhan untuk berinteraksi.

Dalam menghadapi tekanan, pemimpin compromiser akan cenderung kompromi sehingga berbagai tujuan seringkali menyimpang, misalkan target waktu tidak kelar atau terjadi penyimpangan tujuan. Sensitivitas terhadap hubungan seringkali mengubah alasan terhadap tujuan semula.

Missionary

TO rendah dan RO tinggi. Dia lebih mementingkan keharmonisan organisasi daripada pelaksanaan tugas.

Bisa diartikan pemimpin tipe missionary adalah pribadi yang pemurah hati. Pemimpin missionary menggunakan unsur afektif yang sangat kental. Missionary berupaya mendorong situasi positif dalam manajemen dengan memberikan kandungan sensitivitas, kepedulian dan hal-hal yang mungkin dianggap penting untuk meningkatkan kinerja melalui sentuhan emosi/perasaan.

Model kepemimpinan missionary adalah berupaya menjaga orang lain termasuk bawahan pada situasi bahagia dalam situasi apapun. Perilaku mendorong atau mengajak menunjukkan bagian penting dari gaya yang ditunjukkan.

Mengapa gay missionary dikatakan kurang efektif? Karena pemimpin kurang terjadinya konflik, dimana mereka berupaya tetap “halus” dalam bertindak dan kesulitan untuk menolak atau berkata tidak, padahal banyak pekerjaan perlu ketegasan dalam manajemen.

Dalam artian, pemimpin missionary kurang bersikap tegas kepada bawahannya.

4 Gaya Kepemimpinan yang Efektif

Bureaucrat (Birokrat)

TO rendah dan RO rendah, tetapi digunakan dalam situasi yang sesuai. Dia merupakan pemimpin yang menekankan pada peraturan dan prosedur untuk dirinya sendiri, serta menjalankan pengaturan dan pengawasan dengan caranya sendiri.

Pemimpin tipe bureaucratic merupakan pribadi yang prosedural, berdasarkan aturan atau tata pelaksanaan, menerima dengan tulus hirarki kewenangan dan menggunakan komunikasi sangat formal dalam bersikap.

Skor bureaucratic yang tinggi bisa menandakan bahwa pemimpin tersebut sistematik. Fungsi dan peran birokrat akan sangat optimal pada situasi yang terstruktur dengan pola prosedur yang jelas meskipun dapat saja prosedur yang ada sebenarnya rumit, namun birokrat akan tetap tenang menghadapi sistem yang ada.

Birokrat berpegang pada sistem, gaya manajemen seperti ini tampak seperti otokrat, kaku dan dapat membosankan bagi orang-orang yang fleksibel.

Benevolent Autocrat

Tipe benevolent autocrat memiliki TO tinggi dan RO rendah, yang sesuai dengan situasi. Tipe pemimpin merupakan manajer yang mengetahui tentang apa yang diinginkan dan bagaimana cara mencapainya tanpa menimbulkan keresahan bawahannya.

Gaya kepemimpinan benevolent autocrat dianggap efektif karena memberikan unsur komunikatif dalam melakukan gaya otokratik. Gaya kepemimpinan benevolent autocratic masih mengandalkan instruksi dan intervensi.

Skor tinggi dapat dilihat sebagai guru dalam memberi tugas. Mereka pun memberikan instruksi dengan tidak mengesampingkan komunikasi kepada bawahan secara lebih fleksibel. Pola yang dilakukan tidak meninggalkan bawahan dengan memberikan kesediaan untuk bertanya, membantu apabila ada hal yang dianggap salah atau menyimpang.

Pola keseharian pemimpin benevolent autocratic terstruktur dalam menentukan target kerja, produktivitas dan memberi perintah, tidak ragu memberikan hukuman namun bertindak adil dalam menyikapinya. Gaya kepemimpinan ini dapat bekerjasama dengan baik namun menghindari hubungan keterdekatan antar personal.

Developer

Tipe pemimpin developer memiliki TO rendah dan RO tinggi, dalam situasi yang tepat sehingga dapat bertindak secara efektif. Mereka merupakan pemimpin yang percaya pada orang lain dalam rangka pengembangan bawahannya secara pribadi.

Gaya manajemen developer adalah sisi efektif dari gaya missionary. Tipe pemimpin developer bertindak secara profesional tanpa mengesampingkan aspek emosi. Bawahan diberikan kesempatan untuk memberikan ide, pandangan atau peran lebih dari kebijakan yang ada untuk mengembangkan potensi. Kontribusi diberikan dan perhatian untuk pengembangan pun diperhatikan.

Skor tinggi pada developer dapat menunjukkan keyakinan optimis tentang individu untuk bekerja dan menghasilkan.

Sifat pendekatan berupa kolegial, bawahan sebagai partner bukan hanya sebagai “pembantu” dalam mengerjakan sesuatu. Gaya developer senang untuk berbagi pengetahuan dan keahlian dan potensi bawahan dapat dioptimalkan.

Executive

Pemimpin executive memiliki TO dan RO tinggi pada situasi yang tepat sehingga tingkah lakunya menjadi efektif. Pemimpin executie adalah motivator yang baik dan menggunakan standar kerja yang tinggi, serta memperlakukan setiap orang sesuai dengan bidang tugasnya. Mereka pun mampu mengelola dan mengembangkan kelompok karena menekankan adanya kerjasama dalam kelompok.

Gaya kepemimpinan executivee dianggap efektif karena dapat mengelola dengan baik antara tugas dan hubungan. Tipe atau gaya kepemimpinan executive adalah sisi efektif dari gaya kompromis.

Pola yang dilakukan dapat mengintegrasikan antara tugas dan hubungan dengan baik, mengelola dan memanfaatkan kedua aspek dengan sinergi yang optimal. Pendekatan yang digunakan oleh pemimpin executive dapat dikatakan sebagai pendekatan konsultatif, interaktif, dan pemecah masalah. Mereka memanfaatkan eksplorasi terhadap berbagai sumber daya, keragaman informasi, dan dapat memanfaatkan isu negatif menjadi dorongan untuk hasil yang lebih optimal.

Pemimpin executive melibatkan tim dalam perencanaan dan mengambil kesimpulan. Komunikasi dilakukan terhadap bawahan untuk meningkatkan kualitas informasi yang dapat menjadikan keputusan lebih baik. Manajer dengan gaya seperti ini dapat dianggap sebagai motivator karena terbuka dengan berbagai hal baik yang mendukung atau menentang untuk mendapakan komitmen bersama.

Daftar Pustaka

Leadershipchamps

Reddin, W. J. (1967). The 3-D management style theory. Diunduh dari link ini.

Materi lainnya bersumber dari pemahaman penulis dan bahan ajar materi kuliah.

Leave A Reply

Your email address will not be published.