4 Cara Menangani Anak dengan Fobia Sekolah

0 16

Sebagai lanjutan dari artikel sebelumnya, yang membahas mengenai fobia sekolah, maka artikel ini akan membahas cara orangtua mengatasi fobia sekolah anak. Fobia sekolah diartikan sebagai ketakutan atau kecemasan ketika akan berangkat dan di sekolah.

Berikut ini adalah gejala yang tampak pada anak dengan fobia sekolah

Keluhan

Pertama, anak merasakan atau mengeluhkan sakit, muncul gejala kecemasan yang disertai tanda somatik (fisik), misal : pusing, mual, muntah-muntah, pucat, sakit perut, demam, pingsan, dll.

Munculnya gejala

Kedua, gejala fisik tersebut muncul pada pagi hari / saat akan berangkat ke sekolah, dan menghilang ketika diijinkan untuk tidak ke sekolah atau melewati jadwal masuk sekolah. Gejala tersebut akan muncul pada hari libur mendekati akan kembali sekolah.

Perilaku menghindar

Ketiga, anak menghindari sekolah dengan menjelek-jelekkan sekolah (guru, pelajaran, teman, perjalanan ke sekolah, dan lainnya)

Cemas

Keempat, anak takut / cemas (floating anxiety), dimana subyek/ananda mengenali perasaan takutnya tetapi tidak dapat menyebutkan obyek apa yang ditakutinya.

Intinya adalah ananda menghindari berada di sekolah atau menolak pergi ke sekolah dengan alasan yang bermacam-macam.

Ketika sudah mengetahui ada sesuatu yang tidak beres pada anak, maka sebagai orangtua perlu melakukan hal berikut sebagai bentuk tritmen atau penanganan ananda dalam melewati atau menghilangkan fobia sekolahnya:

Tritmen-penanganan-fobia-sekolah

Pertama, pahami jika anak menunjukkan gejala awal seperti yang telah disebutkan di atas, agar lebih mudah ditangani segera. Gejala yang muncul tersebut berbeda dengan kebiasaan anak sehari-hari.

Kedua, tanyakan dan lakukan diskusi dengan anak mengenai penyebab munculnya gejala. Misal anak merasa sakit perut, bisa menanyakan makanan apa yang sudah ia makan sebelumnya? atau pertanyaan lainnya. Jika tidak ada yang mengkhawatirkan, coba tanyakan apakah anak ada kecemasan atau.ketakutan pergi ke sekolah? Saat melakukan diskusi, terima serta terbuka pada perasaan dan pikiran yang anak rasakan. Hindari menghakimi atau menyalahkan anak guna memudahkan mendapatkan informasi mengenai kondisi yang anak rasakan.

Ketiga, saat anak menceritakan permasalahannya, coba dengarkan dengan baik, dan berikan solusi mengenai permasalahannya. Jika anak sudah cukup mampu mencari solusi, Anda bisa mengajaknya diskusi misal dengan perumpamaan, “Ketika ada teman kamu mengalami masalah seperti itu, apa yang akan kamu sarankan padanya?”, dan Anda bisa memberikan feedback bahwa anak pun bisa melakukan hal tersebut, seperti sarannya kepada temannya. Namun jika anak tidak mampu mencari solusi, maka Anda dapat memberikan saran positif kepadanya berdasarkan faktor permasalahan yang anak alami. Misal, anak adalah korban bullying maka Anda dapat mengajarkan anak melakukan “perlawanan” atau sikap kepada pelaku bullying, dan Anda dapat memberikan support kepada anak, serta meyakinkan bahwa anak bisa melalui masalah ini dengan baik.

Keempat, jika kapasitas atau kemampuan Anda tidak bisa membantu permasalahan anak, Anda dapat mengkonsultasikan permasalahan anak kepada ahli professional seperti guru, guru BK, atau psikolog.

 

Inti dari penanganan fobia sekolah pada anak yang dapat dilakukan oleh orangtua adalah orangtua memberikan dukungan, penerimaan pada kondisi anak. Apa yang anak rasakan adalah nyata dan benar ia rasakan. Jika anak memiliki pemikiran yang salah atau keliru, orangtua dapat meluruskan tanpa menghakimi ataupun menuduh ataupun memberikan respon negatif kepada anak. Berikan penerimaan (support) serta respon positif pada masalah anak.

Semoga penjelasan dari artikel ini memberikan pemahaman mendalam mengenai cara mengatasi fobia sekolah anak, khususnya penanganan yang dilakukan oleh orangtua pada anak dengan fobia sekolah.

Leave A Reply

Your email address will not be published.